Terima kasih kepada Allah.
Aku telah menjual semuanya, kepada-Nya.
Bagaimana aku berfikir tentang Allah, sedangkan aku berfikir dengan otak, padahal bukan aku yang menciptakan otak dan hati, karena kasihan kepada manusia, sehingga berdo’a kepada-Nya, ya Allah, bagikan semua hidayah di dalam hatiku kepada semua orang yang mengenalku, walau aku tidak kenal, sehingga aku tidak memiliki hati.
Aku ikuti iblis, karena diapun dari Allah.
Aku tidak mau bertanya kepada manusia, karena itu mendurhakai Allah, yang Maha Berilmu, Mendengar pertanyaanku.
Maka aku telanjang di jalanan, karena begitulah bisikan iblis.
Aku tahu dan sadar, di mana aku melepas celanaku. Di Talangsari, depan pesantren KH Ahmad Siddiq, jam 3 pagi.
Akupun telah memberikan leherku, karena syaitan menggugat, kamu kalah ikhlas dari Ismail.
Dan Allah menepati janji-Nya, Allah tidak melepasku.
Terima kasih ya Allah.
Sesungguhnya syaitan tidak mampu berbuat apa-apa terhadap hamba-Nya yang ikhlas.
Penulis
-Satria Piningit-
Cacuk, Jember.